Pasar Tradisional Kemiri Muka Yang Kumuh dan Kotor
![]() |
| Dokumen Pribadi |
Kondisi pasar yang kumuh dan kotor kerap kali kita sering temukan di pasar tradisional. Tempat
yang tak asing bagi masyarakat Indonesia yang ramai dikunjungi oleh masyarakat
yang berbelanja berbagai macam sayuran dan buah-buah. Tempat terjadinya transaksi
antara penjual dan pembeli. Tak heran banyak masyarakat yang memilih berbelanja
di pasar tradisional dibanding pasar modern.
Pasar yang terletak di dekat stasiun Depok baru itu kondisinya tidak terawat sehingga kelihatan semrawut
akibat kotor,becek dan bau. Banyaknya pedagang yang berjualan di fasilitas umum
(fasum), serta fasilitas kontainer sampah yang masih kurang. Namun,dibalik itu
semua pasar tradisional memiliki pelanggan yang memadati setiap harinya.
Salah satu contoh permasalahan sampah
yang banyak ditemukan yaitu pada Pasar Tradisional. Bagi kebanyakan orang Pasar
Tradisional masih banyak kita temukan tumpukan sampah yang berserakan
dimana-mana. Masalah sampah
menjadi salah satu permasalahan yang ada disetiap kota, tidak hanya di
Indonesia tetapi juga di dunia.
Dampak lain yang ditimbulkan adalah menimbulkan
sarang penyakit karena lingkungan yang kumuh dan kotor. Di sekitar pasar juga
banyak tumpukan sampah-sampah sisa dagangan para penjual, baik sampah organik
maupun sampah yang berjenis non-organik.
Sampah organic yang terdapat di Pasar Kemiri paling
banyak adalah sisa-sia sayuran atau barang dagangan sehingga membuat bau yang
tidak enak. Sedangkan sampah anorganik yang banyak terdapat di Pasar Kemiri
adalah plastic, karena sebagian besar pedangang menggunakan plastik.
Sepertinya menjaga kebersihan dengan
tidak menyampah tidak menjadi kata-kata yang terlintas oleh penjual maupun
pembeli disini. Sisa-sisa sayuran, buah, plastik dan sampah lainnya bertebaran
di pasar yang terletak jalan kemiri muka Depok di menjadi kotor dan memiliki
bau tidak sedap. Karena letaknya yang strategis tersebut, membuat pasar ini
penuh, ramai dan juga sempit.
” Setiap harinya banyak sampah yang terbuang di TPA
disekitaran pasar ini. Sampah ini rata-rata berasal dari pedagang yang membuang
barang dagangannya yang sudah tidak layak untuk dijual,contohnya seperti
sisa-sisa sayuran,buah-buahan,sampah organic dan an-organik”. Sambudi(40)
Petugas Kebersihan.
Untuk menjadikan pasar tetap bersih
dan tertib bukanlah hal yang mudah, dibalik itu semua tentunya terdapat
seseorang yang amat berjasa, seseorang yang rela bersahabat dengan bau, kotor,
bahkan hal menjijikan sekalipun. Sebaiknya, apabila masyarakat ikut serta
membantu untuk menjaga lingkungan,
terutama pada wilayah Pasar Tradisional yang harus tetap dijaga tanpa adanya
tumpukan sampah yang menggunung.
“Padahal setiap harinya saya membayar
iuran sampah kurang lebih sekitar Rp.5000,-“. Sutarjo (44) pedagang sayur.
Sampai detik ini masalah sampah yang
berserakan di pasar kemiri ini belum bisa diatasi oleh petugas kebersihan.
Dengan begitu petugas berharap , pedagang bisa bekerjasama agar membuang sampah
pada tempatnya.
Padahal kalau pasar tradisional lebih diperhatikan,
bukan tidak mungkin kita bisa menikmati keindahan pasar tradisional yang
bersih,nyaman,tentram dan dihiasi kentalnya budaya daerah sehingga perekonomian
rakyat bisa bangkit kembali.

artikelnya bagus... cuma cara penyampaiannya aja kurang menarik , keep making creative content good jobb
BalasHapusterimakasih kritiknya
HapusSemoga bisa lebih baik lg dalam penyampaiannya
BalasHapusArtikelnya menarik sekaliiii dan mudah dipahami
BalasHapusGa ada bedanya ya sama pasar di deket rmh saya hehe
BalasHapusnamanya juga pasar tradisional
HapusUdah jadi ciri khas pasar tradisional kayak gitu, tp mungkin lebih diperhatikan kebersihannya agar terasa nyaman berada disana
BalasHapusUdah jadi ciri khas pasar tradisional kayak gitu, tp mungkin lebih diperhatikan kebersihannya agar terasa nyaman berada disana
BalasHapusPasarnya licin jadi rawan kepeleset
BalasHapus