Sahabat Selamanya






Hari pertama masuk kuliah hatiku sangat senang, pagi itu merupakan hari yang bahagia untukku. Karena aku bisa masuk ke kampus Politeknik Negeri Jakarta yang dulu aku inginkan. Pertama kalinya aku masuk kampus, aku merasa asing karna belum terbiasa beradaptasi. Pada saat itu aku coba memberanikan diri untuk beradaptasi dengan teman-teman di sekelilingku.

Dan akhirnya aku berkenalan dengan seorang perempuan yang bernama Syerli. Syerli adalah orang yang pertama kali aku kenal. Semenjak berteman denganya , aku merasa senang bisa bersahabat dengan nayla. Di sela-sela jam pelajaran, aku dan nayla sering berbincang-bincang tentang masalah yang dihadapi.

Setelah 2 minggu masuk kuliah berlalu, aku mulai dekat dengan Anggini dan Nadya. Dan kita juga mulai berteman dengan baik. Tapi Nadya lebih dekat berteman dengan Cut dan Aisyah. Setelah itu aku pun berkenalan dengan Nabila, menurut aku Nabila orang lebih cerewet dibanding teman-teman yang lainnya.

Setelah kelas usai, kami semua meninggalkan kelas dengan wajah yang sangat gembira. Syerli dan Anggini mengajakku untuk makan dikantin. Dengan semangatnya, kita semua segera melangkahkan kaki kita untuk mengisi perut yang dari tadi sudah keroncongan. Ketika perut sudah kenyang , kami semua bergegas menuju kelas untuk bersiap mengikuti  mata kuliah jam kedua.


Tak lama kemudian, dosen kedua pun datang. Tanpa basa-basi lagi dosen itu langsung memperkenalkan diri kepada mahasiswanya di kelas. Selanjutnya  dosen itu menjelaskan mata kuliah yang ia ajarkan hingga jam kelas usai. Detik-detik jam telah usia , teman-temanku sudah tidak sabar untuk keluar kelas.

Dengan perasaan yang sangat gembira, yang ditunggu-tunggu datang juga. Tak lama dosen keluar kelas , kami pun juga keluar kelas. Sebagian mahasiswa sibuk dengan mengikuti kegiatan dikampus , sebagian lagi lebih memilih duduk manis disekitaran kampus atau sekedar cuci mata melihat senior yang gantengnya tidak ketulungan.

Awal perkuliahan semester 3 kami kehilangan salah satu sahabat kita yaitu Syerli. Ia lebih memilih pindah ke universitas yang ia inginkan. Setelah itu aku mulai dekat dengan Audi , anaknya super asik kalau sudah akrab. Audi paling suka dengan anime-anime jepang, saat ada event yang berbau-bau dengan anime jepang ia langsung ikut.

Dan akhirnya kita tinggal berlima , yaitu ada Anggini,Nadya,Nabila,Audi, dan aku. Hari demi hari kita lewati Bersama dalam duka maupun duka. Tak terasa di semester 3 ini sudah mulai disibukkan dengan tugas-tugas yang datangnya berbarengan membuat kepala ini pusing tujuh keliling. Dengan tekad dan niat untuk membanggakan orangtua, aku mulai menjalaninya dengan sabar.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Standar Kelayakan Bis Politeknik

Cerita Dibalik Peristiwa Gunung Agung

Pasar Tradisional Kemiri Muka Yang Kumuh dan Kotor