Bagaimana Ibu Mengajari Anaknya untuk Salat?
![]() |
| ulfahkhomilah@blogspot.co.id |
Membiasakan anak-anak dengan
adab, amalan, maupun akidah islami harus dilakukan semenjak dini, dengan begitu
membuat apa yang kita ajarkan dapat
tertanam kokoh di dalam diri mereka,
salah satunya adalah mengajarkan mereka sholat, di mana sholat merupakan rukun
islam yang kedua yang menjadi kewajiban bagi setiap muslim.
Salat dimulai saat anak
menginjak usia tujuh tahun dan ia harus dididik atasnya saat menginjak usia
sepuluh tahun. Dalam hadis dinyatakan, “Perintahlah mereka untuk melakukannya
(salat) pada usia tujuh tahun, dan pukullah mereka jika melanggarnya saat usai
sepuluh tahun.”
Cara yang baik untuk memulai mengajari anak salat yaitu dengan kita
memberinya suatu pemikiran sederhana tentang hikmah salat. Pertama, ia
merupakan ibadah pertama kali yang diperintahkan oleh Allah, sang pencipta dan
pemberi karunia. Kedua, ia merupakan kesucian bagi jiwa dan raga. Ketiga, ia
merupakan suatu sistem dan keteraturan. Keempat, ia merupakan suatu gerakan dan
olahraga. Kelima, ia merupakan ungkapan syukur kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
Dengan begitu anak
biasaya mempunyai naluri untuk meniru, naluri ini tampak menguat pada tahun
kesepuluh yang pertama dari hidupnya. Seandainya ia menemukan teladan yang baik
dari ibunya, niscaya ia akan memperoleh kebaikan dan perbuatan-perbuatan yang
mulia.
Adapun waktu untuk memerintahkan anak
shalat adalah saat anak berusia tujuh tahun. Karenanya, Imam Abu Dawud
mengatakan dalam kitabnya “Kapan anak
diperintahkan untuk shalat”. Perlu dipahami, bahwa memerintahkan anak untuk
shalat saat mereka berusia tujuh tahun bukanlah perintah bersifat wajib, namun
perintah untuk membiasakan anak shalat.
Anak usia tujuh tahun bisa membedakan, dan ia selalu
melakukan perbuatan yang diperintahkan orang tuanya untuk mendapatkan pujian
dan sanjungan dari orang tuanya, sehingga jika diperintahkan untuk shalat
niscaya ia segera menunaikannya.
Berbeda dengan anak yang
telah menginjak usia sebelas tahun, maka memenuhi perintah orang tua
tanpa ada perdebatan dulu merupakan sifat kekanak-kanakan menurut mereka.
Dan jika anak telah tumbuh dewasa, maka ia bisa
membantah perintah kedua orang tua biasanya ia akan merasa bahwa dirinya telah
dewasa.

Komentar
Posting Komentar